SOFTWARE AKUNTANSI PRODUKSI PLASTIK

Halo sobat Acis, Kembali lagi bersama kami Acis Indonesia. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai “ Software akuntansi produksi plastik”

Plastik adalah material dengan bermacam-macam sifat teknis dikarenakan komposisi dan tambahan bahan aditif Plastik diproses menjadi bagian yang dicetak, produk semi-jadi dan produk plastik lainnya. Material komposit adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan material yang terdiri dari gabungan beberapa material. Sifat dari material komposit tergantung pada komponennya dan bagaimana komponen itu berinteraksi. Dikarenakan kemampuan mereka untuk diproses menjadi aneka rupa, plastik dapat digunakan secara khusus dan produksi mereka bisa disesuaikan secara individu Kekuatan secara mekanis, ketahanan, ketahanan temperatur dan bahan kimia bisa dimodifikasi dengan fleksibel sesuai yang dibutuhkan. Leuntungan dari pemrosesan plastik adalah berat jenisnya yang rendah dan ringan, ketahanan terhadap air, zat asam dan cairan alkali juga sifat mereka sebagai bahan insulasi suara dan panas. Dengan peralatan yang tepat dan mesin yang dilengkapi secara khusus, plastik bisa diproses dengan biaya seminimal mungkin menjadi komponen yang fungsional, tahan lama dan berpresisi tinggi.

PENGERTIAN PLASTIK

Plastik adalah jenis material polimer yang terdiri dari rangkaian monomer dan memiliki sifat yang ringan. Awalnya, plastik ditemukan oleh Alexander Parker melalui proses pengolahan bahan organik dari selulosa. Pada saat itu, Parker menamai temuannya sebagai parkesine. Seiring berjalannya waktu, banyak ilmuwan yang mengembangkan plastik hingga menjadi seperti yang kita kenal sekarang. Pada umumnya, plastik yang digunakan saat ini tidak berasal dari bahan alami, melainkan diproduksi dari hasil cracking minyak bumi yang berbentuk serbuk putih. Plastik dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, seperti lembaran, lempengan, dan film.

Beberapa Karakteristik Plastik, sebagai berikut:

  1. Kekuatan yang Tinggi namun Ringan
  2. Tidak Mudah Bereaksi dengan Zat Kimia seperti Udara, Asam, dan Basa
  3. Non-konduktif Listrik (Bersifat Isolator)
  4. Mudah Dibentuk Sesuai Kebutuhan melalui Pemanasan
  5. Umumnya Berwarna Jernih atau Transparan
  6. Dapat Diwarnai
  7. Fleksibel (Bersifat Plastis)
  8. Harganya Terjangkau atau Ekonomis
  9. Tahan Terhadap Bakteri dan Jamur
  10. Tidak Rentan terhadap Korosi atau Perkaratan

Dunia tempat kita tinggal saat ini penuh dengan produk plastik, mulai dari barang-barang sehari-hari seperti botol air dan wadah hingga komponen mesin yang kompleks. Pernahkah kalian bertanya-tanya bagaimana plastik dibuat dan diubah menjadi barang yang berguna yang kitakalianlkan? Dalam panduan komprehensif ini, kita akan melihat lebih dalam ke dalam Proses Pembuatan Plastik hingga Menjadi Barang, mengungkapkan proses yang rumit dari awal hingga akhir.

Proses pembuatan plastik hingga menjadi barang-barang yang kita gunakan sehari-hari adalah suatu rangkaian langkah yang kompleks. Berikut adalah tahap-tahap dalam proses pembuatan plastik secara umum:

  • Ekstraksidari Bahan Mentah
    Proses dimulai dengan pengambilan bahan mentah utama, yang sebagian besar terdiri dari minyak mentah dan gas alam. Bahan-bahan ini merupakan sumber utama untuk produksi plastik.
  • Proses Pemurnian
    Setelah bahan mentah diekstraksi, langkah selanjutnya adalah pemurnian. Pada tahap ini, minyak mentah diproses untuk menghasilkan produk petroleum yang mengandung zat kimia yang diperlukan untuk pembuatan plastik. Proses ini melibatkan pemanasan minyak mentah di dalam tungku, kemudian mengirimnya ke unit distilasi. Di sini, minyak berat dipisahkan dari senyawa-senyawa yang penting untuk produksi plastik.
  • Polimerisasi
    Pada tahap ini, minyak gas seperti etilena, propilena, dan butilena diubah menjadi polimer dengan berat molekul yang lebih tinggi. Polimer adalah dasar dari plastik. Proses polimerisasi dapat terjadi melalui dua mekanisme utama, yaitu polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi.
  • Compounding
    Pada tahap ini, berbagai campuran material digabungkan dengan pemanasan untuk menciptakan bahan plastik dengan sifat-sifat tertentu. Setelah plastik terbentuk dalam bentuk pelet, tahap selanjutnya adalah pencetakan produk dalam berbagai bentuk. Metode pencetakan plastik bervariasi, termasuk injection molding, ekstrusi, blow molding, dan lain-lain.

Setelah produk plastik selesai dicetak, mereka dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Misalnya, pelet plastik dapat digunakan untuk membuat kantong plastik, pembungkus makanan, kemasan botol, mainan, dan banyak barang lainnya yang kita gunakan sehari-hari. Dengan berbagai jenis plastik dan metode produksi yang berbeda, industri plastik memainkan peran penting dalam memenuhi berbagai kebutuhan konsumen modern. Namun, penting juga untuk mempertimbangkan dampak lingkungan dari produksi dan penggunaan plastik serta upaya untuk mendaur ulang dan mengurangi limbah plastik.

Kegiatan untuk pembuatan plastik termasuk kedalam jenis usaha manufaktur, Manufaktur adalah salah satu fitur untuk pencatatan produksi di suatu perusahaan yang tentunya bergerak dalam bidang pabrikasi/produksi barang. Dimulai dari mencatat formula produk, perintah kerja, pengambilan bahan baku sampai ke tahap penyelesaian/finishing. Hadirnya modul manufaktur ini memang sangat sesuai dengan kebutuhan para pelaku bisnis manufaktur. Bagaimana cara menggunakan modul manufaktur Accurate Online dan penerapannya?

Perlu diketahui, untuk menggunakan fitur manufaktur perlu disiapkan perhitungan standard cost pada tiap bahan baku. Dimana terjadinya selisih biaya antara actual cost dengan standard cost.

 10 PERSIAPAN MUDAH MENGGUNAKAN MODUL MANUFAKTUR ACCURATE ONLINE

Pada kesempatan kali ini, Acis Indonesia akan membahas bagaimana mudahnya pabrik Kosmetik di Indonesia dalam mengelola bisnisnya dengan menggunakan Fitur Manufaktur Accurate Online.

Berikut adalah alur dan caranya:

1. TENTUKAN BAHAN DAN BIAYA DI FITUR BARANG DAN JASA

Sebelum melakukan pembuatan produk, Anda harus menentukan bahan apa yang akan digunakan untuk produk tersebut. Contohnya dalam membuat lemari, PT Kayu Sejahtera memerlukan beberapa jenis kayu berbeda, kaca, lem, paku dan lainnya.

Catatan:

Pada pilihan tipe persediaan, Anda bisa memilih opsi bahan baku atau diproduksi.

Jika Anda mencentang pada opsi bahan baku, nantinya ini akan menentukan bahan baku yang digunakan dalam memproduksi suatu item pada saat menentukan standar biaya produksi. Sebaliknya jika Anda memilih opsi diproduksi maka itu berarti menandakan barang jadi siap jual dan tidak menjadi tipe bahan baku dalam pembuatan produk. Tidak hanya bahan baku, Anda juga harus menghitung biaya yang terjadi pada setiap pembuatan lemari misalnya biaya tenaga kerja yang menjadi biaya produksi. Maka dari itu Anda harus mencatat setiap bahan baku dan biaya pembuatan produk tersebut di fitur barang dan jasa di menu persediaan.

2. TENTUKAN STANDAR BIAYA PRODUKSI

Setelah Anda memasukan bahan baku dan biaya terkait pembuatan suatu produk, langkah selanjutnya adalah menetapkan standar biaya produksi untuk pembuatan suatu produk.

  1. Pilih menu standar biaya produksi pada tab Pabrikasi.
  2. Pilih tanggal berlaku, cabang dan nomor standar biaya.
  3. Masukan bahan baku dan biaya apa saja yang terkait dengan pembuatan produk yang akan Anda buat.

Nantinya jika Anda sudah pernah menetapkan standar biaya pada bahan baku atau biaya lain dalam memproduksi suatu item sebelumnya, Anda bisa langsung menggunakan histori standar harga yang sudah ada, Jika sudah klik simpan.

3. MEMBUAT FORMULA PRODUKSI

Rangkaian cara berikutnya dalam menggunakan fitur manufaktur adalah membuat formula produksi yang masih dalam tab Pabrikasi di Accurate Online.

Fitur ini berguna untuk melakukan penghitungan total biaya produksi melibatkan penghitungan rinci untuk biaya bahan, tenaga kerja, dan overhead dalam satu kali rangkaian produksi.

Sebagai contoh di bawah ini, maka dibuat formula seperti:

  1. mengelola tahapan,
  2. menghitung rincian bahan baku,
  3. menghitung rincian biaya,
  4. menghitung rincian produk hasil lainnya (jika ada), dan
  5. info mengenai cabang produksi.

Untuk lebih jelasnya adalah seperti di bawah ini:

1. Rincian Tahapan

Tahap ini adalah untuk menggambarkan tahapan yang dilalui dalam membuat produk. Nantinya tahap ini berguna untuk memudahkan Anda mengetahui proyeksi bahan baku dan biaya dalam setiap tahapannya. Jika ada tahapan produksi yang mengharuskan Anda menyerahkan pekerjaan pada pihak lain, centang opsi Sub-kon pada saat memilih rincian tahapan. Misalkan, Anda menyerahkan proses oven dan finishing lemari pada perusahaan lain, maka Anda bisa mencentang opsi ini saat membuat rincian tahapan produksi.

2. Rincian Bahan Baku

Pada tahap ini, Anda akan melakukan perincian bahan yang diperlukan dalam membuat rangkaian produksi untuk 100 lemari dan beserta bahan baku dari setiap tahapannya.

3. Rincian Biaya

Hampir sama seperti rincian bahan baku, bedanya pada tahap ini Anda akan melakukan pencatatan biaya, seperti biaya tenaga kerja dalam pembuatan 100 lemari.

4. Rincian Produk Hasil Lainnya

Tahap ini adalah tahap opsional, karena tidak semua usaha pabrikasi memiliki banyak produk dalam setiap rangkaian produksi, dan pada kasus PT Kayu Sejahtera tidak menggunakan tahapan ini. Misalnya jika bisnis Anda adalah pabrik pengelolaan peternakan dan sedang dalam rangkaian produksi pakan ternak. Anda bisa memasukan rincian produk hasil lainnya seperti pupuk organik sebagai sisa residu produksi pakan ternak yang masih bisa dijual dan memiliki nilai ekonomis.

5. Info Lainnya

Berisi informasi tentang di cabang mana proses produksi berlangsung. Terdapat juga kualitas produksi kedua. Kasus ini terjadi jika misalnya perusahaan Anda memproduksi produk substitusi. Misalnya jika dalam contoh kasus ini membuat 100 lemari, gagal, namun ternyata prosesnya ada yang gagal atau salah, dan malah membuat meja, maka Anda bisa memasukannya dalam opsi ini.

4. RENCANA PRODUKSI

Setelah Anda membuat formula yang tepat, langkah selanjutnya adalah membuat rencana produksi untuk penamaan rencana juga pengaturan tanggal mulai dan akhir produksi. Hal ini juga untuk memudahkan pemantauan proses operasi yang terjadi.

5. PERINTAH KERJA

Fitur perintah kerja pada menu manufaktur berguna untuk memastikan seluruh perencanaan dan membuat proses yang jelas antara bagian produksi dengan bagian pengadaan atau bagian gudang. Dengan fitur perintah kerja, informasi yang tersaji dari rencana produksi dapat disajikan secara jelas dan otomatis hanya dengan memasukan nomor rencana produksi yang telah Anda buat.

6. PENGAMBILAN BAHAN BAKU

Fitur ini berguna untuk meminimalisir terjadinya miskomunikasi dan membuat proses yang jelas antara bagian produksi dengan bagian pengadaan atau bagian gudang.

Pada fitur ini, Andapun bisa mencatat pengembalian barang dari proses produksi dengan memilih opsi “retur barang”.

Nantinya bagian pengadaan barang akan memastikan bahwa seluruh bahan baku untuk rangkaian produksi 100 lemari tersedia dengan hanya memasukan nomor perintah kerja dan memilih bahan baku berdasarkan tahapan produksi dengan memilih opsi “ambil”. Jika bahan baku tidak tersedia, bagian pengadaan barang dapat melakukan pemesanan bahan baku melalui fitur pemenuhan bahan baku.

7. TAHAPAN PROSES

Pada fitur tahapan proses, Anda bisa mencatat tanggal mulai dan selesai dari keseluruhan proses tahapan dalam membuat sebuah rangkaian produksi.

Misalnya pada PT Kayu Sejahtera dalam membuat 100 lemari tadi, terdapat 3 tahapan yang harus dilalui yaitu:

  • Desain dan realisasi,
  • oven dan finishing, dan
  • pengemasan.

Jika Anda menggunakan proses produksi massal, fitur ini Anda dapat memonitoring dan mencatat tanggal penyelesaian dalam setiap tahapan atau jumlah produksi yang selesai.

8. PENYELESAIAN BARANG JADI

Jika sudah sampai tahap ini, berarti Anda sudah menyelesaikan rangkaian produksi. Untuk melihat persentase penyelesaian proses produksi, Anda bisa melihatnya pada fitur monitor perintah kerja. Untuk proses produksinya dapat Anda lihat melalui fitur jadwal produksi di menu manufaktur.

9. ALOKASI BIAYA PRODUKSI

ika sudah sampai tahap ini, kita asumsikan PT Kayu Sejahtera sudah membayar dan mencatat biaya produksi pada fitur pembayaran di tab Kas dan Bank sesuai dengan nilai biaya yang dihabiskan untuk pembuatan 100 lemari tersebut dengan nama akun “beban operasional lainnya”. Selanjutnya Anda bisa memilih alokasi biaya dan rincian perintah kerja pada fitur alokasi biaya produksi dengan mengambil nomor SPK terkait.

10. LAPORAN

Untuk mengakses laporan dari proses manufaktur yang telah terjadi, Anda dapat mengaksesnya melalui fitur laporan pabrikasi melalui menu laporan dan tab pabrikasi,

PENUTUP

Itulah rangkaian dan cara menggunakan fitur manufaktur di Accurate Online.

Bagi Anda pemilik bisnis pabrikasi, fitur manufaktur di Accurate Online tentu akan memudahkan Anda dalam proses pemantauan proses kerja, analisa keuangan dan proses pembukuan yang terperinci.

Pelajari Fitur Manufaktur Accurate Online lebih dalam dan nikmati kemudahan pengelolaan bisnis manufaktur sekarang juga!

Demikian mengenai “Software akuntansi produksi plastik”

Bila ada yang kurang jelas dan ingin mendapat penjelasan yang lebih spesifik dari tim solution expert kami silahkan hubungi kami ACIS Indonesia melalui telpon di 021-29018652 / 087884538950 atau email ke [email protected]. Kami siap membantu Anda..!

Kami ACIS Indonesia adalah konsultan penjualan resmi Software Accounting ACCURATE. Kami juga menyediakan jasa training ACCURATE dan maintenance ACCURATE bagi perusahaan yang sudah menggunakan software ACCURATE dan mengalami kendala atau kesulitan dalam penggunaan software ACCURATE nya anda dapat menghubungi kami pada email : [email protected]. Kami selalu siap melayani Anda mulai dari Aceh, Padang, Jambi, Bengkulu, Medan, Palembang, Bangka Belitung, Serang, Tangerang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Lombok, Pontianak, Balikpapan, Manado, Makassar sampai Papua

All right reserved by samaacis.com

Office

Cikarang Technopark Gedung A Lantai 2

Jl Raya Inti No 7 Blok C1, Cibatu, Lippo Cikarang

Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530

Social Media

Facebook

Instagram

Twitter

Pinterest