
LAPORAN EKUITAS
07/05/2024
LAPORAN EKUITAS
Halo sobat Acis, Kembali lagi bersama kami Acis Indonesia. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai Laporan Ekuitas
Pengertian Laporan
Laporan keuangan adalah gambaran kondisi keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu atau jangka waktu tertentu melalui proses akuntansi, meliputi laporan neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan posisi modal. Laporan keuangan digunakan sebagai alat komunikasi data keuangan atas aktivitas perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas tersebut.
Laporan keuangan merupakan informasi yang dapat dipakai untuk pengambilan keputusan, mulai dari investor atau calon investor sampai dengan manajemen perusahaan itu sendiri. Laporan keuangan akan memberikan informasi mengenai profitabilitas, risiko, timing aliran kas, yang ke semuanya akan mempengaruhi harapan pihak-pihak yang berkepentingan.
Menurut Standar Akuntansi Keuangan (2012), laporan keuangan merupakan struktur yang menyajikan posisi keuangan dan kinerja keuangan dalam sebuah entitas. Tujuan umum dari laporan keuangan adalah untuk kepentingan umum dalam penyajian informasi mengenai posisi keuangan (financial position), kinerja keuangan (financial performance), dan arus kas (cash flow) dari entitas yang sangat berguna untuk membuat keputusan ekonomis bagi para penggunanya. Untuk dapat mencapai tujuan ini, laporan keuangan menyediakan informasi mengenai elemen dari entitas yang terdiri dari aset, kewajiban, networth, beban, dan pendapatan (termasuk gain dan loss), perubahan ekuitas dan arus kas. Informasi tersebut diikuti dengan catatan, akan membantu pengguna memprediksi arus kas masa depan.
Tujuan Laporan Keuangan
Menurut Rudianto (2012), tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi tentang posisi keuangan, kinerja keuangan, dan laporan arus kas suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi atau siapa pun yang tidak dalam posisi dapat meminta laporan keuangan khusus untuk memenuhi informasi tertentu.
Adapun tujuan laporan keuangan secara spesifik adalah sebagai berikut:
- Informasi posisi laporan keuangan yang dihasilkan dari kinerja dan aset perusahaan sangat dibutuhkan oleh para pemakai laporan keuangan, sebagai bahan evaluasi dan perbandingan untuk melihat dampak keuangan yang timbul dari keputusan ekonomis yang diambilnya.
- Informasi keuangan perusahaan diperlukan juga untuk menilai dan meramalkan apakah perusahaan di masa sekarang dan di masa yang akan datang sehingga akan menghasilkan keuntungan yang sama atau lebih menguntungkan.
- Informasi perubahan posisi keuangan perusahaan bermanfaat untuk menilai aktivitas investasi, pendanaan dan operasi perusahaan selama periode tertentu. Selain untuk menilai kemampuan perusahaan, laporan keuangan juga bertujuan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi.
Jenis-jenis Laporan Keuangan
Secara umum laporan keuangan terdiri atas 5 laporan yaitu laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, laporan neraca, dan catatan keuangan.
berikut adalah 4 jenis laporan keuangan sederhana yang dapat anda utamakan:
1. Laporan Laba Rugi (Income Statement)
Laporan ini menyajikan informasi tentang pendapatan perusahaan, biaya operasional, laba bersih, serta laba atau rugi bersih yang dihasilkan oleh perusahaan selama periode waktu tertentu.
Cara ini akan membantu dalam menilai kinerja operasional perusahaan.
2. Laporan Neraca Keuangan (Balance Sheet)
Neraca adalah laporan yang mencantumkan aset perusahaan (seperti kas, piutang, inventaris) dan kewajiban (seperti hutang, pinjaman), serta ekuitas pemilik.
Neraca memberikan gambaran tentang posisi keuangan perusahaan pada suatu titik waktu.

3. Laporan Aus Kas ( Cash Flow Statement)
Laporan ini melacak arus masuk dan keluar uang kas perusahaan selama periode waktu tertentu.
Hal ini membantu dalam memahami bagaimana perusahaan mengelola arus kasnya, termasuk investasi, pendanaan, dan aktivitas operasional.
4. Laporan Ekuitas
Laporan ekuitas adalah laporan keuangan yang merangkum transaksi-transaksi yang berhubungan dengan modal pemegang saham dalam satu periode tertentu. Laporan ini merekonsiliasi saldo awal dan saldo akhir modal dari pemegang saham, yang dilaporkan secara tepat dan akurat.
Pengertian Ekuitas
Ekuitas adalah hak pemilik atas aset sebuah perusahaan setelah dikurangi dengan jumlah kewajiban. Padanan arti ekuitas adalah modal. Dengan demikian, rumus ekuitas adalah aset dikurangi kewajiban atau liabilitas. Ekuitas mewakili jumlah pemilik uang bersih yang telah diinvestasikan ke dalam bisnis mereka, termasuk pendapatan yang mereka peroleh setelah mendistribusikan pembayaran kepada investor. Analis menghitung angka ini sebagai perbedaan antara semua aset dan kewajiban yang tercatat di neraca pemegang saham. Sudah menjadi rutinitas bagi para profesional keuangan untuk membandingkan ekuitas dan utang untuk menentukan margin keuntungan perusahaan. Jadi dari penjelasan di atas
PENGERTIAN LAPORAN EKUITAS
Laporan ekuitas adalah laporan keuangan yang merangkum transaksi-transaksi yang berhubungan dengan modal pemegang saham dalam satu periode tertentu. Laporan ini merekonsiliasi saldo awal dan saldo akhir modal dari pemegang saham, yang dilaporkan secara tepat dan akurat.
Selain itu laporan ekuitas juga menunjukkan peningkatan atau penurunan aktiva bersih dari perusahaan pada periode tertentu. Peningkatan atau penurunan ini diukur berdasarkan prinsip pengukuran tertentu. Laporan ekuitas juga sering disebut sebagai laporan perubahan modal.
Terutama pada perusahaan yang sudah go public, laporan perubahan modal menjadi hal yang wajib dan dicari oleh para pemegang saham karena memberikan informasi mengenai struktur kepemilikan mereka di periode yang berjalan.

PENTINGNYA PEMBUATAN LAPORAN EKUITAS
Laporan perubahan ekuitas penting untuk melaporkan posisi keuangan perusahaan dan mengidentifikasi sumber pembiayaan mereka.
Detail ini penting karena mendefinisikan bagaimana bisnis beroperasi secara finansial, apakah itu melalui pinjaman dana atau bisnis mandiri secara fiskal.
Ini juga memberi tahu manajemen dan tokoh top lainnya tentang cara memberi investor mereka jumlah dividen yang tepat.
Pernyataan ini juga penting untuk mengikuti peraturan pelaporan. Prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum dari Ikatan akuntansi Indonesia (IAI) mengharuskan perusahaan membuat laporan laporan keuangan lengkap mereka sehingga audit yang dilakukan memiliki cakupan penuh keuntungan dan ekuitas pemegang saham mereka. Ini memastikan bahwa bisnis melakukan akuntansi yang legal dan akurat.
Modal perusahaan terdiri dari modal yang diinvestasikan pemilik, dan laba yang diperoleh selama perusahaan berdiri.
Setiap perubahan pada modal, baik penambahan maupun pengurangannya, serta semua hal yang berkaitan dengan laba ditahan, harus dilaporkan di laporan perubahan modal.
BEBEAPA PENYEBAB PERUBAHAN EKUITAS
Beberapa alasan kenapa ekuitas bisa berubah adalah:
- Jika ada pengambilan uang oleh pemilik perusahaan untuk kepentingan pribadi, yang akan mengurangi modal kerja
- Jika ada perubahan (pembelian atau penjualan) pada aktiva tetap, yang akan mempengaruhi modal kerja
- Jika ada penambahan dalam hutang jangka panjang, yang akan mempengaruhi modal kerja
- Jika ada penambahan dalam investasi, yang akan menambah modal kerja
- Jika perusahaan mengalami kerugian, yang akan mempengaruhi modal kerja
KOMPONEN-KOMPONEN DALAM MEMBUAT LAPORAN EKUITAS
Untuk membuat laporan perubahan modal, komponen-komponen berikut harus ada, yaitu:
1. Saldo awal ekuitas
Saldo awal ekuitas didapat dari saldo akhir ekuitas pada periode sebelumnya.
2. Pengaruh dari perubahan kebijakan akuntansi
Karena adanya perubahan kebijakan akuntansi di periode berjalan, maka diperlukan penyesuaian pada cadangan pemegang saham di awal periode pelaporan. Tujuannya untuk menyajikan saldo awal ekuitas dalam kebijakan akuntansi yang baru.
3. Pengaruh koreksi kesalahan dari periode sebelumnya
Adanya koreksi kesalahan pada periode sebelumnya harus dinyatakan dalam bentuk penyesuaian dan disajikan secara terpisah. Hal ini dimaksudkan agar koreksi tersebut dapat ditelusuri dengan mudah, dan tidak mempengaruhi saldo awal ekuitas.
4. Saldo yang disajikan kembali
Setelah adanya penyesuian atas perubahan akuntansi (poin kedua), atau koreksi kesalahan di periode sebelumnya (poin ketiga), saldo yang baru harus disajikan kembali di laporan perubahan modal. Setelah itu ekuitas bisa dibagikan kepada pemegang saham.
5. Perubahan pada modal saham
Perubahan modal saham dalam periode berjalan harus disajikan dalam laporan perubahan modal. Segala aktivitas yang menyebabkan berubahnya posisi saham harus disajikan terpisah sebagai cadangan modal saham serta cadangan premi saham. Contoh transaksinya antara lain, penukaran saham, efek penerbitan, atau pelunasan saham
6. Laba atau rugi pada periode berjalan
Baik perolehan laba, maupun rugi pada periode berjalan harus disajikan dalam laporan perubahan modal. Laba bersih yang diperoleh (Net Operating Income) dilaporkan setelah dikurangi pajak penghasilan. Begitu pula dengan laba bersih yang diperoleh diluar dari usaha pokok (Non Operating Income) juga harus dikurangi pajak penghasilan, untuk dilaporkan di laporan perubahan modal.
7. Laba ditahan (Retained earnings)
Laba ditahan adalah sebagian atau seluruh laba pada periode berjalan yang tidak dibagi ke pemegang saham. Laba ini tidak dibagikan sebagai dividen, karena dimaksudkan untuk menambah modal perusahaan. Keputusan untuk membagi laba atau tidak akan diputuskan di dalam Rapat Umum Pemegang Saham atau (RUPS). Laba ditahan biasa disebut retained earnings.
8. Pembagian dividen
Dividen adalah pembagian laba pada periode berjalan. Caranya dengan mendistribusikan laba tersebut secara proporsional berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki, kepada setiap pemegang saham. Pembagian ini akan mengurangi saldo laba ditahan pada periode berjalan. Tapi pembagian dividen memang menjadi tujuan utama para pemegang saham.
Di laporan perubahan modal juga harus disajikan adanya pembayaran dividen yang dikeluarkan atau diumumkan pada periode berjalan. Caranya dengan mengurangkan pembayaran dividen dari ekuitas pemegang saham, karena dividen merupakan kegiatan yang mendistribusikan kekayaaan perusahaan.
9. Perubahan dalam cadangan revaluasi
Setiap keuntungan dan kerugian saat revaluasi pada periode berjalan harus disajikan pada laporan perubahan modal. Namun jika perubahan sudah disajikan dalam laporan laba rugi berjalan, maka tidak perlu lagi disajikan secara terpisah.
10. Keuntungan dan kerugian lain
Jika ada keuntungan atau kerugian yang belum diakui di laporan laba rugi, maka harus dilaporkan dalam laporan perubahan modal. Contohnya diantaranya, keuntungan atau kerugian akibat nilai tukar, pajak, atau lain sebagainya.
11. Saldo akhir ekuitas
Saldo akhir ekuitas merupakan nilai yang diperoleh setelah semua komponen diperhitungkan dalam laporan perubahan modal di periode berjalan. Saldo ini akan menjadi saldo awal ekuitas di periode berikutnya.
Demikian terkait Laporan Ekuitas
Bila ada yang kurang jelas dan ingin mendapat penjelasan yang lebih spesifik dari tim solution expert kami silahkan hubungi kami ACIS Indonesia melalui telpon di 021-29018652 / 087884538950 atau email ke [email protected]. Kami siap membantu Anda..!
Kami ACIS Indonesia adalah konsultan penjualan resmi Software Accounting ACCURATE. Kami juga menyediakan jasa training ACCURATE dan maintenance ACCURATE bagi perusahaan yang sudah menggunakan software ACCURATE dan mengalami kendala atau kesulitan dalam penggunaan software ACCURATE nya anda dapat menghubungi kami pada email : [email protected]. Kami selalu siap melayani Anda mulai dari Aceh, Padang, Jambi, Bengkulu, Medan, Palembang, Bangka Belitung, Serang, Tangerang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Lombok, Pontianak, Balikpapan, Manado, Makassar sampai Papua

All right reserved by samaacis.com
Office
Cikarang Technopark Gedung A Lantai 2
Jl Raya Inti No 7 Blok C1, Cibatu, Lippo Cikarang
Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530