Software akuntansi manufaktur Pabrik Kosmetik

Halo sobat Acis, Kembali lagi bersama kami Acis Indonesia. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai “ Software akuntansi manufaktur Pabrik Kosmetik”

PENGERTIAN KOSMETIK

Kosmetik sudah dikenal orang sejak zaman dahulu kala. Bahkan dii Mesir, 3500 tahun Sebelum Masehi, kosmetik telah digunakan dengan menggunakan berbagai bahan alami baik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, hewan maupun bahan alam lain misalnya tanah liat, lumpur, arang, batubara, bahkan api, air, embun, pasir, atau sinar matahari. Istilah Kosmetik berasal dari kata kosmein (Yunani) yang berarti “berhias”.

Sedangkan pengertian kosmetik menurut BPOM adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ genital bagian luar), atau gigi dan membran mukosa mulut, terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan, dan/atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik. (Peraturan Kepala Badan POM RI Nomor 19 Tahun 2015).

Penggolongan Kosmetik

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor : 045/C/SK/1977 tanggal 22 Januari 1977, kosmetik digolongkan menjadi 13 kelompok berdasarkan penggunaannya, yaitu:

  1. preparat untuk bayi, misalnya minyak bayi, bedak bayi,
  2. preparat untuk mandi, misalnya sabun mandi, bath capsule,
  3. preparat untuk mata, misalnya mascara, eye shadow,
  4. preparat untuk wangi–wangian, misalnya parfum, toilet water,
  5. preparat untuk rambut, misalnya cat rambut, hair spray,
  6. preparat pewarna rambut, misalnya cat rambut,
  7. preparat make up (kecuali mata), misalnya bedak, lipstik,
  8. preparat untuk kebersihan mulut, misalnya pasta gigi, mouth washes,
  9. preparat untuk kebersihan badan, misalnya deodorant,
  10. preparat kuku, misalnya cat kuku, losion kuku,
  11. preparat perawatan kulit, misalnya pembersih, pelembab pelindung,
  12. preparat cukur, misalnya sabun cukur,
  13. preparat untuk suntan dan sunscreen, misalnya sunscreen foundation.

Pengertian preparat adalah objek glass berisi sampel penelitian, yang selanjutnya diamati menggunakan mikroskop.

Persyaratan Kosmetik

Kosmetik yang diproduksi dan atau diedarkan harus memenuhi persyaratan berdasarkan Keputusan Kepala Badan POM No. HK.00.05.4.1745 tahun 2003, yaitu:

  • menggunakan bahan yang memenuhi standar dan persyaratan mutu serta persyaratan lain yang ditetapkan,
  • diproduksi dengan menggunakan cara pembuatan kosmetik yang baik,
  • terdaftar pada dan mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Sedangkan bahan yang digunakan harus memenuhi persyaratan yaitu:

  • bahan yang diizinkan digunakan dalam kosmetik dengan pembatasan dan persyaratan penggunaan sesuai dengan yang ditetapkan,
  • zat warna yang diizinkan digunakan dalam kosmetik sesuai dengan yang ditetapkan,
  • zat pengawet yang diizinkan digunakan dalam kosmetik dengan persyaratan penggunaan dan kadar maksimum yang diperbolehkan dalam produk akhir sesuai dengan yang ditetapkan,
  • bahan tabir surya yang diizinkan digunakan dalam kosmetik dengan persyaratan kadar maksimum dan persyaratan lainnya sesuai dengan yang ditetapkan. 

Kegiatan untuk pembuatan kosmetik termasuk kedalam jenis usaha manufaktur, Manufaktur adalah salah satu fitur untuk pencatatan produksi di suatu perusahaan yang tentunya bergerak dalam bidang pabrikasi/produksi barang. Dimulai dari mencatat formula produk, perintah kerja, pengambilan bahan baku sampai ke tahap penyelesaian/finishing. Hadirnya modul manufaktur ini memang sangat sesuai dengan kebutuhan para pelaku bisnis manufaktur. Bagaimana cara menggunakan modul manufaktur Accurate Online dan penerapannya?

Perlu diketahui, untuk menggunakan fitur manufaktur perlu disiapkan perhitungan standard cost pada tiap bahan baku. Dimana terjadinya selisih biaya antara actual cost dengan standard cost.

 10 PERSIAPAN MUDAH MENGGUNAKAN MODUL MANUFAKTUR ACCURATE ONLINE

Pada kesempatan kali ini, Acis Indonesia akan membahas bagaimana mudahnya pabrik Kosmetik di Indonesia dalam mengelola bisnisnya dengan menggunakan Fitur Manufaktur Accurate Online.

Berikut adalah alur dan caranya:

1. TENTUKAN BAHAN DAN BIAYA DI FITUR BARANG DAN JASA

Sebelum melakukan pembuatan produk, Anda harus menentukan bahan apa yang akan digunakan untuk produk tersebut. Contohnya dalam membuat lemari, PT Kayu Sejahtera memerlukan beberapa jenis kayu berbeda, kaca, lem, paku dan lainnya.

Catatan:

Pada pilihan tipe persediaan, Anda bisa memilih opsi bahan baku atau diproduksi.

Jika Anda mencentang pada opsi bahan baku, nantinya ini akan menentukan bahan baku yang digunakan dalam memproduksi suatu item pada saat menentukan standar biaya produksi. Sebaliknya jika Anda memilih opsi diproduksi maka itu berarti menandakan barang jadi siap jual dan tidak menjadi tipe bahan baku dalam pembuatan produk. Tidak hanya bahan baku, Anda juga harus menghitung biaya yang terjadi pada setiap pembuatan lemari misalnya biaya tenaga kerja yang menjadi biaya produksi. Maka dari itu Anda harus mencatat setiap bahan baku dan biaya pembuatan produk tersebut di fitur barang dan jasa di menu persediaan.

2. TENTUKAN STANDAR BIAYA PRODUKSI

Setelah Anda memasukan bahan baku dan biaya terkait pembuatan suatu produk, langkah selanjutnya adalah menetapkan standar biaya produksi untuk pembuatan suatu produk.

  1. Pilih menu standar biaya produksi pada tab Pabrikasi.
  2. Pilih tanggal berlaku, cabang dan nomor standar biaya.
  3. Masukan bahan baku dan biaya apa saja yang terkait dengan pembuatan produk yang akan Anda buat.

Nantinya jika Anda sudah pernah menetapkan standar biaya pada bahan baku atau biaya lain dalam memproduksi suatu item sebelumnya, Anda bisa langsung menggunakan histori standar harga yang sudah ada, Jika sudah klik simpan.

3. MEMBUAT FORMULA PRODUKSI

Rangkaian cara berikutnya dalam menggunakan fitur manufaktur adalah membuat formula produksi yang masih dalam tab Pabrikasi di Accurate Online.

Fitur ini berguna untuk melakukan penghitungan total biaya produksi melibatkan penghitungan rinci untuk biaya bahan, tenaga kerja, dan overhead dalam satu kali rangkaian produksi.

Sebagai contoh di bawah ini,  maka dibuat formula seperti:

  1. mengelola tahapan,
  2. menghitung rincian bahan baku,
  3. menghitung rincian biaya,
  4. menghitung rincian produk hasil lainnya (jika ada), dan
  5. info mengenai cabang produksi.

Untuk lebih jelasnya adalah seperti di bawah ini:

1. Rincian Tahapan

Tahap ini adalah untuk menggambarkan tahapan yang dilalui dalam membuat produk. Nantinya tahap ini berguna untuk memudahkan Anda mengetahui proyeksi bahan baku dan biaya dalam setiap tahapannya. Jika ada tahapan produksi yang mengharuskan Anda menyerahkan pekerjaan pada pihak lain, centang opsi Sub-kon pada saat memilih rincian tahapan. Misalkan, Anda menyerahkan proses oven dan finishing lemari pada perusahaan lain, maka Anda bisa mencentang opsi ini saat membuat rincian tahapan produksi.

2. Rincian Bahan Baku

Pada tahap ini, Anda akan melakukan perincian bahan yang diperlukan dalam membuat rangkaian produksi untuk 100 lemari dan beserta bahan baku dari setiap tahapannya.

3. Rincian Biaya

Hampir sama seperti rincian bahan baku, bedanya pada tahap ini Anda akan melakukan pencatatan biaya, seperti biaya tenaga kerja dalam pembuatan 100 lemari.

4. Rincian Produk Hasil Lainnya

Tahap ini adalah tahap opsional, karena tidak semua usaha pabrikasi memiliki banyak produk dalam setiap rangkaian produksi, dan pada kasus PT Kayu Sejahtera tidak menggunakan tahapan ini. Misalnya jika bisnis Anda adalah pabrik pengelolaan peternakan dan sedang dalam rangkaian produksi pakan ternak. Anda bisa memasukan rincian produk hasil lainnya seperti pupuk organik sebagai sisa residu produksi pakan ternak yang masih bisa dijual dan memiliki nilai ekonomis.

5. Info Lainnya

Berisi informasi tentang di cabang mana proses produksi berlangsung. Terdapat juga kualitas produksi kedua. Kasus ini terjadi jika misalnya perusahaan Anda memproduksi produk substitusi. Misalnya jika dalam contoh kasus ini membuat 100 lemari, gagal, namun ternyata prosesnya ada yang gagal atau salah, dan malah membuat meja, maka Anda bisa memasukannya dalam opsi ini.

4. RENCANA PRODUKSI

Setelah Anda membuat formula yang tepat, langkah selanjutnya adalah membuat rencana produksi untuk penamaan rencana juga pengaturan tanggal mulai dan akhir produksi. Hal ini juga untuk memudahkan pemantauan proses operasi yang terjadi.

5. PERINTAH KERJA

Fitur perintah kerja pada menu manufaktur berguna untuk memastikan seluruh perencanaan dan membuat proses yang jelas antara bagian produksi dengan bagian pengadaan atau bagian gudang. Dengan fitur perintah kerja, informasi yang tersaji dari rencana produksi dapat disajikan secara jelas dan otomatis hanya dengan memasukan nomor rencana produksi yang telah Anda buat.

6. PENGAMBILAN BAHAN BAKU

Fitur ini berguna untuk meminimalisir terjadinya miskomunikasi dan membuat proses yang jelas antara bagian produksi dengan bagian pengadaan atau bagian gudang.

Pada fitur ini, Andapun bisa mencatat pengembalian barang dari proses produksi dengan memilih opsi “retur barang”.

Nantinya bagian pengadaan barang akan memastikan bahwa seluruh bahan baku untuk rangkaian produksi 100 lemari tersedia dengan hanya memasukan nomor perintah kerja dan memilih bahan baku berdasarkan tahapan produksi dengan memilih opsi “ambil”. Jika bahan baku tidak tersedia, bagian pengadaan barang dapat melakukan pemesanan bahan baku melalui fitur pemenuhan bahan baku.

7. TAHAPAN PROSES

Pada fitur tahapan proses, Anda bisa mencatat tanggal mulai dan selesai dari keseluruhan proses tahapan dalam membuat sebuah rangkaian produksi.

terdapat 3 tahapan yang harus dilalui yaitu:

  • Desain dan realisasi,
  • oven dan finishing, dan
  • pengemasan.

Jika Anda menggunakan proses produksi massal, fitur ini Anda dapat memonitoring dan mencatat tanggal penyelesaian dalam setiap tahapan atau jumlah produksi yang selesai.

8. PENYELESAIAN BARANG JADI

Jika sudah sampai tahap ini, berarti Anda sudah menyelesaikan rangkaian produksi. Untuk melihat persentase penyelesaian proses produksi, Anda bisa melihatnya pada fitur monitor perintah kerja. Untuk proses produksinya dapat Anda lihat melalui fitur jadwal produksi di menu manufaktur.

9. ALOKASI BIAYA PRODUKSI

ika sudah sampai tahap ini, kita asumsikan PT Kayu Sejahtera sudah membayar dan mencatat biaya produksi pada fitur pembayaran di tab Kas dan Bank sesuai dengan nilai biaya yang dihabiskan untuk pembuatan 100 lemari tersebut dengan nama akun “beban operasional lainnya”. Selanjutnya Anda bisa memilih alokasi biaya dan rincian perintah kerja pada fitur alokasi biaya produksi dengan mengambil nomor SPK terkait.

10. LAPORAN

Untuk mengakses laporan dari proses manufaktur yang telah terjadi, Anda dapat mengaksesnya melalui fitur laporan pabrikasi melalui menu laporan dan tab pabrikasi,

PENUTUP

Itulah rangkaian dan cara menggunakan fitur manufaktur di Accurate Online.

Bagi Anda pemilik bisnis pabrikasi, fitur manufaktur di Accurate Online tentu akan memudahkan Anda dalam proses pemantauan proses kerja, analisa keuangan dan proses pembukuan yang terperinci.

Pelajari Fitur Manufaktur Accurate Online lebih dalam dan nikmati kemudahan pengelolaan bisnis manufaktur sekarang juga!

Demikian mengenai “ Software akuntansi manufaktur Pabrik Kosmetik”

Bila ada yang kurang jelas dan ingin mendapat penjelasan yang lebih spesifik dari tim solution expert kami silahkan hubungi kami ACIS Indonesia melalui telpon di 021-29018652 / 087884538950 atau email ke [email protected]. Kami siap membantu Anda..!

Kami ACIS Indonesia adalah konsultan penjualan resmi Software Accounting ACCURATE. Kami juga menyediakan jasa training ACCURATE dan maintenance ACCURATE bagi perusahaan yang sudah menggunakan software ACCURATE dan mengalami kendala atau kesulitan dalam penggunaan software ACCURATE nya anda dapat menghubungi kami pada email : [email protected]. Kami selalu siap melayani Anda mulai dari Aceh, Padang, Jambi, Bengkulu, Medan, Palembang, Bangka Belitung, Serang, Tangerang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Lombok, Pontianak, Balikpapan, Manado, Makassar sampai Papua

All right reserved by samaacis.com

Office

Cikarang Technopark Gedung A Lantai 2

Jl Raya Inti No 7 Blok C1, Cibatu, Lippo Cikarang

Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530

Social Media

Facebook

Instagram

Twitter

Pinterest